Jumat, 10 Oktober 2014

HATI HATI PENIPUAN ONLINE PEMESANAN BIBIT

Dewasa ini perkembangan teknologi informasi makin pesat. Hampir semua orang kini bisa mengakses internet. Hanya bermodalkan handphone dan pulsa secukupnya. Apalagi handphone bertipe Android makin terjangkau.

Bisnis online muncul makin menjamur, mengharuskan kita lebih selektif dalam belanja. Ada baiknya untuk cek ricek kembali siapa seller Anda sebelum membeli.

Tahun ini industri peternakan alternatif seperti ayam kampung, bebek, puyuh, ayam arab makin digemari karena bisa dijadikan sampingan, ibarat menabung. Dipermudah dengan pemesanan online maka banyak peternak yang kerap tertipu karena tidak adanya keharusan betatap muka. 

Rentang 7 bulan ini kami sudah mendapati 5 korban yang melapor tertipu penjual online. Nilainya bevariasi mulai kisaran ratusan ribu sampai puluhan juta. Tidak luput salah satu pelanggan kami kena korban. (SRF-sales)

Diwajibkan untuk semua pengguna jasa jual beli online lebih berhati hati.

Bebek Loyo Ayam Arab Primadona

Permintaan bebek sepanjang tahun ini terus mengalami permintaan, terutama pada saat musim panen padi. Karena pada saat panen padi harga dedak (katul) biasanya murah. Perlu diketahui katul menyumbang hampir 70%-85% ransum bebek pada peternakan rakyat. 

Pola pemeliharaannya pun masih bisa dibilang tradisional. Bebek yang diangon (liar) masih banyak di daerah Jawa Barat. Begitulah sifatnya, musiman, maka pada saat panen padi mulai langka, harga dedak meroket, dan biasanya animo beternak bebek menurun.

Bulan Septermber ini harga daging bebek mulai terjun bebas, info yang didapat berasal dari harga telor bebek yang turun (di Blitar tidak sampai Rp 1000/btr) menyebabkan afkir massal. Afkir besar besaran menyebabkan harga daging bebek murah. Harga di daerah Tulungagung, Blitar, Jombang Rp 18.000/kg. 

Menjelang momen Idul Adha harga masih tidak terpengaruh. Harapan peternak, gelombang afkir segera reda dan diikuti naiknya harga telor bebek dan daging bebek.

Lain cerita dengan salah satu primadona peternak Ayam Arab. Hasil pantauan kami selama 2 tahun terakhir ayam arab menjadi primadona karena harga telor yang stabil. Walaupun sempat goyah menjelang hari raya Indul Fitri kemarin, dimana telor sempat tidak laku, namun hanya sebentar. 

Harga telor dalam 2 tahun ini selalu di atas Rp 1.200/butir. Bahkan per hari ini (10/10) kembali tembus di Rp 1550/butir (Harga Karisidenan Kediri). Bisa dibayangkan untung yang diraup dengan

Review Harga Ayam Kampung Q3 dan Q4

ilustrasi trobos.com
Sepanjang bulan Juli sampai September, harga ayam kampung masih stabil. Disaat komoditi unggas yang lain sudah mulai bergejolak hasil pantauan kami harga untuk area Kediri, Pare, Blitar, Tulungagung masih di kisaran Rp 27.000/kg. Beberapa daerah seperti Madiun dan Ponorogo malah mencapai 28.000/kg-30.000/kg.

Hal ini membuat beternak ayam kampung menjadi primadona. Beberapa daerah seperti di daerah Jember ke Timur mulai bermunculan plasma-plasma ternak. Bahkan pemain pemodal besar juga tidak ikut ketinggalan. Sebut saja di daerah Sragen, Semarang dan beberapa daeah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, banyak peternak pejantan maupun broiler yang mulai menjajaki bisnis. ini.

Menurut perkiraan kami, suskesnya ayam kampung pada Q2 dan Q3 2014 membawa angin segar sampai akhir tahun. Untuk saat ini stok panen seimbang dengan permintaan.

Jumat, 04 Juli 2014

Rute Pengiriman Anak Ayam 2014

Dalam hal pengiriman produk bibit kami menggunakan transportasi kereta agar bibit unggas bisa diterima paling lama 1x24 jam. Selain itu ekspedisi kereta juga mempunyai keunggulan biaya yang terjangkau dan jangkauan yang luas. Oleh karena itu selain menggunakan ekspedisi mobil dan pesawat, kami bekerjasama dengan beberapa ekspedisi Kereta Api seperti Herona, Karya Indah 8 (KI8) atau KIB.

Berikut adalah daerah yang bisa kami jangkau efektif 1 Juli 2014

Ekspedisi Mobil (dikenakan minimal)
Kediri, Tulungagung, Blitar, Nganjuk, Jombang, Mojosari, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya

Ekspedisi Kereta Api
  • Sri Tanjung (Herona)
    • Jogja, Solo, Sragen, Madiun, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalisetail, Rogojampi, Karangasem, Bayuwangi (Ketapang)
  • Malabar (KI8)
    • Malang, Kepanjen, Blitar, Tulungagung, Madiun, Solo, Jogja, Kutoarjo, Kroya, (Purwokerto), Tasikmalaya, Cipeundeuy, Kiaracondong, Bandung
  • Matarmaja (KI8)
    • Semarang, Pekalongan, Tegal, Cirebon, Jatinegara, Jakarta (Senen)
  • Mutiara Timur (KI8)
    • Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalisat, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, Karangasem, Banyuwangi
Selengkapnya bisa dilihat pada tabel berikut




Ekspedisi Pesawat (Cargo)
(menyusul)


Jumat, 25 April 2014

Meraih Keuntungan Beternak Ayam Kampung

Ayam kampung kosong. Inilah fenomena yang sedang terjadi di Jawa. Setelah berada pada level terendah di awal 2014, tidak menunggu lama, dalam hitungan minggu saja harga di Kediri sudah menembus Rp 29.000/kg. Panen kosong hampir 1 bulan april ini. Mulai dari Kediri, Jogja, Madiun, Purwokerto, Bandung. Harga kian melambung keuntungan pun tidak dapat ditolak. Setidaknya hal ini yang dirasakan salah satu peternak hebat kami di Pare, Bp Muchlisin. 

Pak Muchlisin pun segera tanggap dan tak menyianyiakan kesempatan ini. Segera dikumpulkannya beberapa kawan lama untuk membentuk kelompok ternak kecil2an untuk menyikapi keberhasilan ini. Berikut adalah hasil laporan pemeliharaan ayam kampung super nya kepada kami.

*berdasarkan harga April 2014 

Secara populasi mungkin belum besar. Tetapi keyakinan dan optimisme terlihat dari keberhasilan memelihara 200 ekor yang bisa menghasilkan keuntungan Rp 1.200.000 yang diakuinya sebenarnya masih bisa lebih karena faktor tertundanya panen karena bakul yang molor. Selamat kepada Bapak Muchlisin semoga besok lebih berhasil. (SRF/AL)

Senin, 31 Maret 2014

Review Harga Ayam Kampung Q2 2014

Sepekan menuju penutupan Maret ini mulai menunjukan pergerakan positif. Apabila awal tahun kemarin ayam besar sulit keluar namun sekarang justru kosong. Harga yang sebelumnya sempat pada level terbawah Rp 20.500/kg dalam tempo 1-2 minggu harga sudah normal di Rp 25.000/kg (Kediri), Rp 27.000/kg (Jogja), Rp 26.000 (Madiun). 

Terdongkraknya harga ini merupakan sebuah anomali, pasalnya hampir memasuki Q2 2014 semua komoditi ternak merata mengalami resesi. Per hari ini 31/3 harga daging (broiler) masih di Rp 12.300/kg- Rp 12.800/kg (Posko Jatim). Harga telor ayam ras tidak jauh berbeda Rp 12.800/kg (Kediri), peternak sudah mengalami rugi 3 bulanan, level terendah dialami peternak layer Blitar yang sempat menyentuh Rp 10.500/kg (yang dilaporkan) dan dibawah Rp 10.000/kg (yang tak tercatat). 

Lain lagi dengan Ayam Arab, Bebek dan Puyuh. Komoditi ini sudah lebih dari 1 tahun berada di puncak dan menguntungkan ternak. Tercatat tertinggi untuk telor ayam arab Rp 1600/butri, telor bebek Rp 2000/btr, puyuh Rp 220/btr (Kediri).

Kenaikan harga ayam kampung ini murni disebabkan kosongnya supply karena kurangnya gairah peternak dalam chick-in periode Januari - Maret. Sekaligus hal ini juga menjadi bukti bahwa peternakan rakyat khususnya ayam buras masih menjanjikan karena tidak cepat jenuh.

Kesimpulan:
Secara global konsumsi rakyak Indonesia masih turun, apalagi menjelang Pemilu April mendatang. Industri peternakan Indonesia sedang berduka. Masuknya investor asing juga menjadi issu penting di tahun ini. Semua tergantung pada hasil pemilu, musim liburan dan momen lebaran tahun ini.

Untuk ayam kampung harga cenderung aman dan stabil. Seimbang antara permintaan dan penawaran setidaknya sampai persiapan Puasa. Saat ini paling tepat untuk chick-in. (SRF-AL)

Jagung dan Permasalahannya

Penggunaan jagung bagi pakan ternak terutama unggas rata-rata berkisar 45-55% porsinya. Hal ini karena jagung mempunyai banyak keunggulan di bandingkan bahan baku lainnya. Dua diantara keunggulan jagung adalah kandungan energinya yang bisa mencapai 3350 kcal/kg (NRC 1994) dan xantophil yang cukup tinggi. Dari sisi asam amino jagung dipandang sebagai bahan yang cukup kaya akan methionine (rasio) sehingga kombinasi jagung dengan sumber lysine seperti Soybean Meal dirasa cukup baik dalam penyusunan ransum. Namun demikian, kandungan energi, xantophil dan asam amino jagung sebenarnya di pengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu contoh adalah kadar air, semakin tinggi kadar air jagung maka semakin rendah kandungan energi di dalamnya.


Gambar 1. Korelasi Kadar Air dengan Energi


Dari grafik disamping terlihat bahwa setiap kenaikan kadar air jagung 1% rata –rata akan diikuti dengan kandungan energi jagung sekitar 40 kcal/kg. Disamping itu umur ternak juga mempengaruhi daya cerna jagung itu sendiri, bagi ayam yang lebih tua energi pada jagung nilainya lebih tinggi di bandingkan ayam muda. Sebagian besar energi dalam jagung berasal dari pati dan hanya sedikit dari lemak.

Jagung juga dikenal sebagai sumber xantophill yang cukup baik. Xantofil adalah sejenis pigment pewarna kulit, kaki dan paruh, dan kuning telur.Kandungan xantofil jagung bisa mencapai 17-25 ppm, tergantung pada jenis jagung dan lokasi penanamanya. Bahan baku lain yang mengandung pigment xantofil tinggi antara lain DDGS, CGM tepung alfalfa, namun karena jagung penggunaanya banyak maka kebutuhan xantofil untuk ayam petelur sudah terpenuhi dari jagung saja. Kecuali peternak menginginkan produk telur yang spesial dengan warna kuning telur lebih, maka peternak bisa menambahkan xantofil sintesis yang beredar dipasaran seperti Carophyll Reed, Charophyll Yellow, Oroglo,Citranxantin ataupun brand lainnya.

Dari sisi protein, rata-rata jagung mengandung 8,5% protein atau kurang, secara keseluruhan komposisi asam amino jagung tidak ideal untuk unggas jika di pakai tanpa menggunakan kombinasi dengan bahan lain, namun demikian kandungan methionine nya mempunyai kontribusi yang cukup banyak dalam ransum ayam petelur. Methionine ini adalah asam amino pembetas pertama dari 22 jenis asam amino lainnya. Asam amino ini mutlak ada dalam pakan sesuai dengan kebutuhan ayam.

Kondisi jagung sangat tergantung pada musim, penanganan pasca panen, jamur dan mycotoxin didalamnya. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh peternak terutama pada saat penerimaan jagung. Tujuannya adalah agar pakan yang dihasilkan sesuai qualitasnya dengan apa yang telah diformulasikan peternak. Selain itu juga karena penggunaan jagung dalam pakan cukup tinggi.

Contoh kasus nya adalah sebagai berikut; standart SNI kadungan aflatoxin dalam pakan maksimal 50ppb; jika kita mnginginkan hal tersebut maka jagung yang kita terima sebaiknya kurang dari 80 ppb aflatoxinnya. Perhitungan mudahnya adalah, jika kita menggunakan 50% jagung dengan kandungan aflatoxin 80 ppb maka aflatoxin dalam pakan biasanya lebih dari 40 ppb, karena ada kemungkinan bahan lain juga yang mengandung aflatoxin. Berikut adalah beberapa standart penerimaan jagung yang bisa di gunakan.

Standar Penerimaan Jagung Lokal.



Tabel 1. Standart Penerimaan Jagung





Gambar 2. Jagung Rusak


Pengambilan Sample dan Penyimpanan Jagung

Pengambilan sample sangat penting, karena jika pengambilan sampledilakukan dengan tidak benar maka peternak bisa mengalami kerugian. Contoh : sample jagung diambil dari truk bagian belakang saja. Lalu di cek kandungan airnya, dan hasilnya 16 %. Setelah di turunkan jagungnya ternyata rata-rata kadar airnya 18%. Secara sederhanya peternak bisa dikatakan membeli air dengan harga jagung. Tetapi bukan sekedar itu. Mari kita hitung :

Kerugian Ekonomi :
Perbedaan Kadar Air Energi
Sample 16% 3158 kcal/kg
Aktual 18% 3080 kcal/kg
Selisih 2% -78 kcal/kg

Jika harga jagung dengan kadar air 16% adalah Rp. 2000,- maka harga energi jagung Rp. 0,63/kcal. Jadi kerugian per kg jagung adalah Rp. 49,-/kg Jagung.Jika dalam 1 truks ada 8 ton maka peternak mengalami kerugian sebesar Rp. 329.000,-atau jika penggunaan jagung sebanyak 47% dalam pakan, kerugian per kg pakan sebesar Rp. 23,-. Jika harga jagung Rp. 3000,-/kg maka kerugianya bisa mencapai 1,5 kali perhitungan tersebut diatas.

- Jagung yang basah menyebabkan proses grindingya lebih lama, sehingga biaya listrik untuk
penggilingan juga akan meningkat.
- Terlebih jika banyak kotoran /janggel jagung yang ikut tercampur kerugian bisa besar.

Kerugian Qualitas :

Jagung dengan kadar air tinggi tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama karena mudah berjamur. Jika akan disimpan harus mengeluarkan biaya untuk anti jamur atau pengeringan. Dan jika tetap digunakan walaupun berjamur bisa menyebabkan kerugian ekonomis yang lebih besar karena dapat menurunkan performa ayam.

Oleh karena itu peternak perlu menyiapkan 3 hal utama:1) karyawan yang jujur dan tegas, 2) alat sampling (termasuk alat test kadar air), 3). Prosedur yang benar.

Khusus untuk lokal pengambilan sample harus dilakukan 2 kali :

1). Pada saat masih di atas truks. Harus diambil dari semua bagian,permukaan belakang truks minimal 6 titik, permukaan atas 8 titik. Dari sampel tersebut dicampur secara homogen dan pilih dengan menggunakan metode quartering sampel. Sampel yang didapat ditest dan dibandingkan dengan standart. Jika sesuai maka jagung bisa diterima, tetapi belum tentu semua jagung bisa diterima, karena bagian bawah dan tengah belum diketahui apakah kualitasnya sama atau tidak.

2). Pengambilan sample yang kedua dilakukan sambil menurunkan jagung, yaitu di cek karung per karung. Karyawan disini harus benar-benar sudah paham perbedaan bunyi jagung yang basah dengan yang kering pada saat diambil sampelnya, perbedaan ketika dipegang dan tentu ini perlu pengalaman yang cukup banyak.


Jika terdapat jagung yang tidak sesuai dengan standart sebaiknya tidak perlu di terima supaya tidak mengkontaminasi jagung yang bagus.

Penyimpanan bisa dilakukan jika kadar air jagung dibawah 14%, dan sebaiknya tidak lebih dari 1 bulan. Disarankan untuk menyemprot atau menambah anti jamur jika akan disimpan dalam waktu yang cukup lama. Ini membutuhkan biaya tambahan, tetapi lebih sedikit dari pada resiko jika tidak ditambah dengan anti jamur. Penggunan palet mungkin agak sulit untuk di peternakan, tetapi penyimpanan dengan sistem curah dinilai lebih baik untuk sirkulasi dari pada ditumpuk menggunakan karung dengan tumpukan tinggi.