Jumat, 04 Juli 2014

Rute Pengiriman Anak Ayam 2014

Dalam hal pengiriman produk bibit kami menggunakan transportasi kereta agar bibit unggas bisa diterima paling lama 1x24 jam. Selain itu ekspedisi kereta juga mempunyai keunggulan biaya yang terjangkau dan jangkauan yang luas. Oleh karena itu selain menggunakan ekspedisi mobil dan pesawat, kami bekerjasama dengan beberapa ekspedisi Kereta Api seperti Herona, Karya Indah 8 (KI8) atau KIB.

Berikut adalah daerah yang bisa kami jangkau efektif 1 Juli 2014

Ekspedisi Mobil (dikenakan minimal)
Kediri, Tulungagung, Blitar, Nganjuk, Jombang, Mojosari, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya

Ekspedisi Kereta Api
  • Sri Tanjung (Herona)
    • Jogja, Solo, Sragen, Madiun, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalisetail, Rogojampi, Karangasem, Bayuwangi (Ketapang)
  • Malabar (KI8)
    • Malang, Kepanjen, Blitar, Tulungagung, Madiun, Solo, Jogja, Kutoarjo, Kroya, (Purwokerto), Tasikmalaya, Cipeundeuy, Kiaracondong, Bandung
  • Matarmaja (KI8)
    • Semarang, Pekalongan, Tegal, Cirebon, Jatinegara, Jakarta (Senen)
  • Mutiara Timur (KI8)
    • Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalisat, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, Karangasem, Banyuwangi
Selengkapnya bisa dilihat pada tabel berikut




Ekspedisi Pesawat (Cargo)
(menyusul)


Jumat, 25 April 2014

Meraih Keuntungan Beternak Ayam Kampung Super

Ayam kampung kosong. Inilah fenomena yang sedang terjadi di Jawa. Setelah berada pada level terendah di awal 2014, tidak menunggu lama, dalam hitungan minggu saja harga di Kediri sudah menembus Rp 29.000/kg. Panen kosong hampir 1 bulan april ini. Mulai dari Kediri, Jogja, Madiun, Purwokerto, Bandung. Harga kian melambung keuntungan pun tidak dapat ditolak. Setidaknya hal ini yang dirasakan salah satu peternak hebat kami di Pare, Bp Muchlisin. 

Pak Muchlisin pun segera tanggap dan tak menyianyiakan kesempatan ini. Segera dikumpulkannya beberapa kawan lama untuk membentuk kelompok ternak kecil2an untuk menyikapi keberhasilan ini. Berikut adalah hasil laporan pemeliharaan ayam kampung super nya kepada kami.

*berdasarkan harga April 2014 

Secara populasi mungkin belum besar. Tetapi keyakinan dan optimisme terlihat dari keberhasilan memelihara 200 ekor yang bisa menghasilkan keuntungan Rp 1.200.000 yang diakuinya sebenarnya masih bisa lebih karena faktor tertundanya panen karena bakul yang molor. Selamat kepada Bapak Muchlisin semoga besok lebih berhasil. (SRF/AL)
 

Senin, 31 Maret 2014

Review Harga Ayam Kampung Q2 2014

Sepekan menuju penutupan Maret ini mulai menunjukan pergerakan positif. Apabila awal tahun kemarin ayam besar sulit keluar namun sekarang justru kosong. Harga yang sebelumnya sempat pada level terbawah Rp 20.500/kg dalam tempo 1-2 minggu harga sudah normal di Rp 25.000/kg (Kediri), Rp 27.000/kg (Jogja), Rp 26.000 (Madiun). 

Terdongkraknya harga ini merupakan sebuah anomali, pasalnya hampir memasuki Q2 2014 semua komoditi ternak merata mengalami resesi. Per hari ini 31/3 harga daging (broiler) masih di Rp 12.300/kg- Rp 12.800/kg (Posko Jatim). Harga telor ayam ras tidak jauh berbeda Rp 12.800/kg (Kediri), peternak sudah mengalami rugi 3 bulanan, level terendah dialami peternak layer Blitar yang sempat menyentuh Rp 10.500/kg (yang dilaporkan) dan dibawah Rp 10.000/kg (yang tak tercatat). 

Lain lagi dengan Ayam Arab, Bebek dan Puyuh. Komoditi ini sudah lebih dari 1 tahun berada di puncak dan menguntungkan ternak. Tercatat tertinggi untuk telor ayam arab Rp 1600/butri, telor bebek Rp 2000/btr, puyuh Rp 220/btr (Kediri).

Kenaikan harga ayam kampung ini murni disebabkan kosongnya supply karena kurangnya gairah peternak dalam chick-in periode Januari - Maret. Sekaligus hal ini juga menjadi bukti bahwa peternakan rakyat khususnya ayam buras masih menjanjikan karena tidak cepat jenuh.

Kesimpulan:
Secara global konsumsi rakyak Indonesia masih turun, apalagi menjelang Pemilu April mendatang. Industri peternakan Indonesia sedang berduka. Masuknya investor asing juga menjadi issu penting di tahun ini. Semua tergantung pada hasil pemilu, musim liburan dan momen lebaran tahun ini.

Untuk ayam kampung harga cenderung aman dan stabil. Seimbang antara permintaan dan penawaran setidaknya sampai persiapan Puasa. Saat ini paling tepat untuk chick-in. (SRF-AL)

Jagung dan Permasalahannya

Penggunaan jagung bagi pakan ternak terutama unggas rata-rata berkisar 45-55% porsinya. Hal ini karena jagung mempunyai banyak keunggulan di bandingkan bahan baku lainnya. Dua diantara keunggulan jagung adalah kandungan energinya yang bisa mencapai 3350 kcal/kg (NRC 1994) dan xantophil yang cukup tinggi. Dari sisi asam amino jagung dipandang sebagai bahan yang cukup kaya akan methionine (rasio) sehingga kombinasi jagung dengan sumber lysine seperti Soybean Meal dirasa cukup baik dalam penyusunan ransum. Namun demikian, kandungan energi, xantophil dan asam amino jagung sebenarnya di pengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu contoh adalah kadar air, semakin tinggi kadar air jagung maka semakin rendah kandungan energi di dalamnya.


Gambar 1. Korelasi Kadar Air dengan Energi


Dari grafik disamping terlihat bahwa setiap kenaikan kadar air jagung 1% rata –rata akan diikuti dengan kandungan energi jagung sekitar 40 kcal/kg. Disamping itu umur ternak juga mempengaruhi daya cerna jagung itu sendiri, bagi ayam yang lebih tua energi pada jagung nilainya lebih tinggi di bandingkan ayam muda. Sebagian besar energi dalam jagung berasal dari pati dan hanya sedikit dari lemak.

Jagung juga dikenal sebagai sumber xantophill yang cukup baik. Xantofil adalah sejenis pigment pewarna kulit, kaki dan paruh, dan kuning telur.Kandungan xantofil jagung bisa mencapai 17-25 ppm, tergantung pada jenis jagung dan lokasi penanamanya. Bahan baku lain yang mengandung pigment xantofil tinggi antara lain DDGS, CGM tepung alfalfa, namun karena jagung penggunaanya banyak maka kebutuhan xantofil untuk ayam petelur sudah terpenuhi dari jagung saja. Kecuali peternak menginginkan produk telur yang spesial dengan warna kuning telur lebih, maka peternak bisa menambahkan xantofil sintesis yang beredar dipasaran seperti Carophyll Reed, Charophyll Yellow, Oroglo,Citranxantin ataupun brand lainnya.

Dari sisi protein, rata-rata jagung mengandung 8,5% protein atau kurang, secara keseluruhan komposisi asam amino jagung tidak ideal untuk unggas jika di pakai tanpa menggunakan kombinasi dengan bahan lain, namun demikian kandungan methionine nya mempunyai kontribusi yang cukup banyak dalam ransum ayam petelur. Methionine ini adalah asam amino pembetas pertama dari 22 jenis asam amino lainnya. Asam amino ini mutlak ada dalam pakan sesuai dengan kebutuhan ayam.

Kondisi jagung sangat tergantung pada musim, penanganan pasca panen, jamur dan mycotoxin didalamnya. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh peternak terutama pada saat penerimaan jagung. Tujuannya adalah agar pakan yang dihasilkan sesuai qualitasnya dengan apa yang telah diformulasikan peternak. Selain itu juga karena penggunaan jagung dalam pakan cukup tinggi.

Contoh kasus nya adalah sebagai berikut; standart SNI kadungan aflatoxin dalam pakan maksimal 50ppb; jika kita mnginginkan hal tersebut maka jagung yang kita terima sebaiknya kurang dari 80 ppb aflatoxinnya. Perhitungan mudahnya adalah, jika kita menggunakan 50% jagung dengan kandungan aflatoxin 80 ppb maka aflatoxin dalam pakan biasanya lebih dari 40 ppb, karena ada kemungkinan bahan lain juga yang mengandung aflatoxin. Berikut adalah beberapa standart penerimaan jagung yang bisa di gunakan.

Standar Penerimaan Jagung Lokal.



Tabel 1. Standart Penerimaan Jagung





Gambar 2. Jagung Rusak


Pengambilan Sample dan Penyimpanan Jagung

Pengambilan sample sangat penting, karena jika pengambilan sampledilakukan dengan tidak benar maka peternak bisa mengalami kerugian. Contoh : sample jagung diambil dari truk bagian belakang saja. Lalu di cek kandungan airnya, dan hasilnya 16 %. Setelah di turunkan jagungnya ternyata rata-rata kadar airnya 18%. Secara sederhanya peternak bisa dikatakan membeli air dengan harga jagung. Tetapi bukan sekedar itu. Mari kita hitung :

Kerugian Ekonomi :
Perbedaan Kadar Air Energi
Sample 16% 3158 kcal/kg
Aktual 18% 3080 kcal/kg
Selisih 2% -78 kcal/kg

Jika harga jagung dengan kadar air 16% adalah Rp. 2000,- maka harga energi jagung Rp. 0,63/kcal. Jadi kerugian per kg jagung adalah Rp. 49,-/kg Jagung.Jika dalam 1 truks ada 8 ton maka peternak mengalami kerugian sebesar Rp. 329.000,-atau jika penggunaan jagung sebanyak 47% dalam pakan, kerugian per kg pakan sebesar Rp. 23,-. Jika harga jagung Rp. 3000,-/kg maka kerugianya bisa mencapai 1,5 kali perhitungan tersebut diatas.

- Jagung yang basah menyebabkan proses grindingya lebih lama, sehingga biaya listrik untuk
penggilingan juga akan meningkat.
- Terlebih jika banyak kotoran /janggel jagung yang ikut tercampur kerugian bisa besar.

Kerugian Qualitas :

Jagung dengan kadar air tinggi tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama karena mudah berjamur. Jika akan disimpan harus mengeluarkan biaya untuk anti jamur atau pengeringan. Dan jika tetap digunakan walaupun berjamur bisa menyebabkan kerugian ekonomis yang lebih besar karena dapat menurunkan performa ayam.

Oleh karena itu peternak perlu menyiapkan 3 hal utama:1) karyawan yang jujur dan tegas, 2) alat sampling (termasuk alat test kadar air), 3). Prosedur yang benar.

Khusus untuk lokal pengambilan sample harus dilakukan 2 kali :

1). Pada saat masih di atas truks. Harus diambil dari semua bagian,permukaan belakang truks minimal 6 titik, permukaan atas 8 titik. Dari sampel tersebut dicampur secara homogen dan pilih dengan menggunakan metode quartering sampel. Sampel yang didapat ditest dan dibandingkan dengan standart. Jika sesuai maka jagung bisa diterima, tetapi belum tentu semua jagung bisa diterima, karena bagian bawah dan tengah belum diketahui apakah kualitasnya sama atau tidak.

2). Pengambilan sample yang kedua dilakukan sambil menurunkan jagung, yaitu di cek karung per karung. Karyawan disini harus benar-benar sudah paham perbedaan bunyi jagung yang basah dengan yang kering pada saat diambil sampelnya, perbedaan ketika dipegang dan tentu ini perlu pengalaman yang cukup banyak.


Jika terdapat jagung yang tidak sesuai dengan standart sebaiknya tidak perlu di terima supaya tidak mengkontaminasi jagung yang bagus.

Penyimpanan bisa dilakukan jika kadar air jagung dibawah 14%, dan sebaiknya tidak lebih dari 1 bulan. Disarankan untuk menyemprot atau menambah anti jamur jika akan disimpan dalam waktu yang cukup lama. Ini membutuhkan biaya tambahan, tetapi lebih sedikit dari pada resiko jika tidak ditambah dengan anti jamur. Penggunan palet mungkin agak sulit untuk di peternakan, tetapi penyimpanan dengan sistem curah dinilai lebih baik untuk sirkulasi dari pada ditumpuk menggunakan karung dengan tumpukan tinggi.

Rabu, 05 Februari 2014

Susahnya Berantas CRD Kompleks

Tingkat kepadatan yang tinggi, kebiasaan penggunaan antibiotik tak benar dan masa istirahat kandang yang pendek jadi sebab CRD sulit diberantas tuntas

Pertengahan November lalu, kandang pullet (calon layer) kapasitas 38 ribu ekor itu tercatat oleh Muning memasuki pekan ke-4 terserang CRD (cronic respiratory disease), penyakit yang disebabkan Mycoplasma gallisepticum. Veterinary Representative PT Romindo Primavetcomitu mengungkapkan, layer dalam flok tersebut terdeteksi CRD sejak ayam umur 7 minggu, dan kini masuk umur 11 minggu masih menunjukkan gejala ngorok.

Diterangkan Muning, di umur 7 minggu ia melakukan bedah bangkai pada ayam yang sakit dan mendiagnosaayam-ayam itu positif CRD. Diagnosa kala itu murni CRD tanpa komplikasi kasus lain karena ia menemukan kelainan patologi anatomi sebataseksudat di trakhea dan perdarahan yang belum terlalu parah. Pengobatan dilakukan dengan terapi antibiotik enrofloksasin selama 5 hari, tetapi ayam tak kunjung sembuh. Ia pun selanjutnya hanya memberikan multivitamin sebagai supporting teraphy.

Kasus yang semula CRD murni berkembang menjadi kompleks karena adanya infeksi ikutan (infeksi sekunder). “E. coli ikut nimbrung, sehingga berkembang jadi CRD kompleks,” kata pemilik nama lengkap Muning Edi Swasono ini. Adanya komplikasi colibacilosis ditandai ciri keruhnya kantung hawa dan adanya perkejuan (massa padat semacam keju) di dalamkantung hawa serta pericardium(selaput pembungkus)jantung.

Setelah positif CRD kompleks, Muning mengaku memberikan preparat doxcicyclin yang berlanjut sampai pekan ke-4. “Sekarang masih di-treatment doxicyclin, masih ngorok dan dipantau perkembangannya,” imbuh dia. Disebut Muning, dalam sehari kematian (mortalitas) bisa 40 ekor. Kematian tinggikarena terjadi komplikasi. Kata Muning lagi, kalau sebatas CRD murni kematian biasanya tidak ada, sementara morbiditas (kesakitan) hanya sekitar 7 %.

Untuk kasus kali ini, Muning mencatat, perlu waktu 2 minggu CRD murni pada ayam-ayam tersebut berkembang menjadi CRD kompleks. Meski demikian, rentangwaktu tersebut di lapangan sangat bervariasi, tergantung tingkat tantangan (challenge) yang menyerang. “Di peternakan yang risikonya lebih tinggi lagi, peralihan menjadi CRD kompleks bisa berlangsung hanya dalam waktu 1 minggu atau bahkan lebih cepat,” imbuhnya.

Berdasarkan sejarahnya, kandang pelanggan Muning ini hampir tiap periode diserang CRD. Padahal kandang yang semula bertipe terbuka itu sekarang sudah dikonversi jadi semi cloused house berlantai postal, dan populasinya satu kelompok umur. Tetapi masih saja langganan CRD. “Riwayatnya berulang terkena CRD, lokasi berdekatan dengan kandang milik peternak lain, jaraknya tidak lebih dari 1 km. Sehingga challenge atau tantangan CRD di daerah ini tinggi,” papar Muning lagi.

Senin, 27 Januari 2014

Harga Ayam Kampung Awal 2014

Seperti yang kita alami, curah hujan tahun ini lebih tinggi dari tahun2 sebelumnya. Banjir bermunculan di berbagai tempat mulai dari Jakarta, Semarang, Pati sampai Manado menyebabkan tingkat konsumsi ayam turun drastis. Hal yang tidak pernah disangka akan terjadi di awal tahun.

Dilain pihak, kondisi ekonomi yang sedang resesi terkena himpitan dollar (Rp 12.300) menyebabkan sebagian besar bahan ransum ternak mengalami kenaikan harga. Naiknya harga bekatul karena proses penggilingan padi yang menurun menyebabkan pakan alternatif-pun mengalami kenaikan. Beban peternak menjadi berlipat.

Satu sisi ayam sulit panen namun biaya terus membengkak. Peternak berada dalam situasi yang krisis. Harapan peternak di Jawa ada pada Jakarta. Begitu supply ke Jakarta lancar, diharapkan harga mulai membaik. 

Dari pantauan kami, harga mulai akhir Desember 2013 yang sempat pada posisi Rp 25.000/kg terus melandai sampai pada puncaknya Rp 21.000/kg (Kediri, Blitar), Rp 22.000/kg (Jogja). Harga mungkin tidak akan mendapatkan koreksi naik menjelan Imlek, lebih merupakan peluang untuk keluar hasil panen. Semoga bulan Februari seiring musim hujan mulai reda merupakan titip terang dalam resesi ini.

Pencegahan Penyakit Musim Penghujan

(pic: duniaternak.com)

Curah hujan tinggi memicu munculnya banyak penyakit. Yang paling sering adalah gangguan saluran pernafasan seperti Snot/Coryza, CRD, Coli dan outbreak Gumboro.

Sebenarnya banyak kasus pernafasan yang penyebabnya sederhana namun kurang diperhatikan. Contohnya sirkulasi udara yang kurang baik, terutama pada musim penghujan, kelembaban udara yang tinggi dan angin mati menyebabkan kotoran basah. Kadar amoniak jadi naik.

Amoniak menjadi faktor utama penyakit pernafasan dan pengobatan yang tidak kunjung sembuh. Pengobatan antibiotik bisa jadi kurang mempan dan sering disalahartikan dosis yang kurang dan kadang ada juga peternak nekat yang memeberikan antibiotik dengan dosis double.