Minggu, 12 Oktober 2014

Modal dan Keuntungan Ternak Ayam Kampung

Sering kali peternak masih bertanya tanya berapa sih modal yang dibutuhkan untuk memelihara ayam kampung, atau keuntungannya berapa kalau pelihara ayam kampung sekian.

Salah satu kontributor sekaligus peternak kami yang sudah cukup terkenal di daerah Pare dengan senang hati mau berbagi info. Berikut hasil data paling akurat* yang didapat.
*) Sesuai dengan harga kondisi ransum, doc, bahan baku per Agustus-Oktober 2014, area Pare-Kediri, kematian dibawah 2% (bonus saja yang mati), menggunakan probiotik, dan pernah terkena pilek.




Semoga informasi ini dapat membantu peternak pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Bapak Muchlisin sendiri berencana untuk membuka Pelatihan Ayam Kampung yang rencananya akan digelar apabila peminat minimal 20 orang.

Info pendaftaran Pelatihan Ayam Kampung bisa melalui email ke srejekifarm@gmail.com dengan subyek : INFO PELATIHAN AYAM KAMPUNG.

Jumat, 10 Oktober 2014

HATI HATI PENIPUAN ONLINE PEMESANAN BIBIT

Dewasa ini perkembangan teknologi informasi makin pesat. Hampir semua orang kini bisa mengakses internet. Hanya bermodalkan handphone dan pulsa secukupnya. Apalagi handphone bertipe Android makin terjangkau.

Bisnis online muncul makin menjamur, mengharuskan kita lebih selektif dalam belanja. Ada baiknya untuk cek ricek kembali siapa seller Anda sebelum membeli.

Tahun ini industri peternakan alternatif seperti ayam kampung, bebek, puyuh, ayam arab makin digemari karena bisa dijadikan sampingan, ibarat menabung. Dipermudah dengan pemesanan online maka banyak peternak yang kerap tertipu karena tidak adanya keharusan betatap muka. 

Rentang 7 bulan ini kami sudah mendapati 5 korban yang melapor tertipu penjual online. Nilainya bevariasi mulai kisaran ratusan ribu sampai puluhan juta. Tidak luput salah satu pelanggan kami kena korban. (SRF-sales)

Diwajibkan untuk semua pengguna jasa jual beli online lebih berhati hati.

Bebek Loyo Ayam Arab Primadona

Permintaan bebek sepanjang tahun ini terus mengalami permintaan, terutama pada saat musim panen padi. Karena pada saat panen padi harga dedak (katul) biasanya murah. Perlu diketahui katul menyumbang hampir 70%-85% ransum bebek pada peternakan rakyat. 

Pola pemeliharaannya pun masih bisa dibilang tradisional. Bebek yang diangon (liar) masih banyak di daerah Jawa Barat. Begitulah sifatnya, musiman, maka pada saat panen padi mulai langka, harga dedak meroket, dan biasanya animo beternak bebek menurun.

Bulan Septermber ini harga daging bebek mulai terjun bebas, info yang didapat berasal dari harga telor bebek yang turun (di Blitar tidak sampai Rp 1000/btr) menyebabkan afkir massal. Afkir besar besaran menyebabkan harga daging bebek murah. Harga di daerah Tulungagung, Blitar, Jombang Rp 18.000/kg. 

Menjelang momen Idul Adha harga masih tidak terpengaruh. Harapan peternak, gelombang afkir segera reda dan diikuti naiknya harga telor bebek dan daging bebek.

Lain cerita dengan salah satu primadona peternak Ayam Arab. Hasil pantauan kami selama 2 tahun terakhir ayam arab menjadi primadona karena harga telor yang stabil. Walaupun sempat goyah menjelang hari raya Indul Fitri kemarin, dimana telor sempat tidak laku, namun hanya sebentar. 

Harga telor dalam 2 tahun ini selalu di atas Rp 1.200/butir. Bahkan per hari ini (10/10) kembali tembus di Rp 1550/butir (Harga Karisidenan Kediri). Bisa dibayangkan untung yang diraup dengan

Review Harga Ayam Kampung Q3 dan Q4

Sepanjang bulan Juli sampai September, harga ayam kampung masih stabil. Disaat komoditi unggas yang lain sudah mulai bergejolak hasil pantauan kami harga untuk area Kediri, Pare, Blitar, Tulungagung masih di kisaran Rp 27.000/kg. Beberapa daerah seperti Madiun dan Ponorogo malah mencapai 28.000/kg-30.000/kg.

Hal ini membuat beternak ayam kampung menjadi primadona. Beberapa daerah seperti di daerah Jember ke Timur mulai bermunculan plasma-plasma ternak. Bahkan pemain pemodal besar juga tidak ikut ketinggalan. Sebut saja di daerah Sragen, Semarang dan beberapa daeah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, banyak peternak pejantan maupun broiler yang mulai menjajaki bisnis. ini.

Menurut perkiraan kami, suskesnya ayam kampung pada Q2 dan Q3 2014 membawa angin segar sampai akhir tahun. Untuk saat ini stok panen seimbang dengan permintaan.

Jumat, 04 Juli 2014

Rute Pengiriman Anak Ayam 2014

Dalam hal pengiriman produk bibit kami menggunakan transportasi kereta agar bibit unggas bisa diterima paling lama 1x24 jam. Selain itu ekspedisi kereta juga mempunyai keunggulan biaya yang terjangkau dan jangkauan yang luas. Oleh karena itu selain menggunakan ekspedisi mobil dan pesawat, kami bekerjasama dengan beberapa ekspedisi Kereta Api seperti Herona, Karya Indah 8 (KI8) atau KIB.

Berikut adalah daerah yang bisa kami jangkau efektif 1 Juli 2014

Ekspedisi Mobil (dikenakan minimal)
Kediri, Tulungagung, Blitar, Nganjuk, Jombang, Mojosari, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya

Ekspedisi Kereta Api
  • Sri Tanjung (Herona)
    • Jogja, Solo, Sragen, Madiun, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalisetail, Rogojampi, Karangasem, Bayuwangi (Ketapang)
  • Malabar (KI8)
    • Malang, Kepanjen, Blitar, Tulungagung, Madiun, Solo, Jogja, Kutoarjo, Kroya, (Purwokerto), Tasikmalaya, Cipeundeuy, Kiaracondong, Bandung
  • Matarmaja (KI8)
    • Semarang, Pekalongan, Tegal, Cirebon, Jatinegara, Jakarta (Senen)
  • Mutiara Timur (KI8)
    • Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalisat, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, Karangasem, Banyuwangi
Selengkapnya bisa dilihat pada tabel berikut




Ekspedisi Pesawat (Cargo)
(menyusul)


Jumat, 25 April 2014

Meraih Keuntungan Beternak Ayam Kampung Super

Ayam kampung kosong. Inilah fenomena yang sedang terjadi di Jawa. Setelah berada pada level terendah di awal 2014, tidak menunggu lama, dalam hitungan minggu saja harga di Kediri sudah menembus Rp 29.000/kg. Panen kosong hampir 1 bulan april ini. Mulai dari Kediri, Jogja, Madiun, Purwokerto, Bandung. Harga kian melambung keuntungan pun tidak dapat ditolak. Setidaknya hal ini yang dirasakan salah satu peternak hebat kami di Pare, Bp Muchlisin. 

Pak Muchlisin pun segera tanggap dan tak menyianyiakan kesempatan ini. Segera dikumpulkannya beberapa kawan lama untuk membentuk kelompok ternak kecil2an untuk menyikapi keberhasilan ini. Berikut adalah hasil laporan pemeliharaan ayam kampung super nya kepada kami.

*berdasarkan harga April 2014 

Secara populasi mungkin belum besar. Tetapi keyakinan dan optimisme terlihat dari keberhasilan memelihara 200 ekor yang bisa menghasilkan keuntungan Rp 1.200.000 yang diakuinya sebenarnya masih bisa lebih karena faktor tertundanya panen karena bakul yang molor. Selamat kepada Bapak Muchlisin semoga besok lebih berhasil. (SRF/AL)
 

Senin, 31 Maret 2014

Review Harga Ayam Kampung Q2 2014

Sepekan menuju penutupan Maret ini mulai menunjukan pergerakan positif. Apabila awal tahun kemarin ayam besar sulit keluar namun sekarang justru kosong. Harga yang sebelumnya sempat pada level terbawah Rp 20.500/kg dalam tempo 1-2 minggu harga sudah normal di Rp 25.000/kg (Kediri), Rp 27.000/kg (Jogja), Rp 26.000 (Madiun). 

Terdongkraknya harga ini merupakan sebuah anomali, pasalnya hampir memasuki Q2 2014 semua komoditi ternak merata mengalami resesi. Per hari ini 31/3 harga daging (broiler) masih di Rp 12.300/kg- Rp 12.800/kg (Posko Jatim). Harga telor ayam ras tidak jauh berbeda Rp 12.800/kg (Kediri), peternak sudah mengalami rugi 3 bulanan, level terendah dialami peternak layer Blitar yang sempat menyentuh Rp 10.500/kg (yang dilaporkan) dan dibawah Rp 10.000/kg (yang tak tercatat). 

Lain lagi dengan Ayam Arab, Bebek dan Puyuh. Komoditi ini sudah lebih dari 1 tahun berada di puncak dan menguntungkan ternak. Tercatat tertinggi untuk telor ayam arab Rp 1600/butri, telor bebek Rp 2000/btr, puyuh Rp 220/btr (Kediri).

Kenaikan harga ayam kampung ini murni disebabkan kosongnya supply karena kurangnya gairah peternak dalam chick-in periode Januari - Maret. Sekaligus hal ini juga menjadi bukti bahwa peternakan rakyat khususnya ayam buras masih menjanjikan karena tidak cepat jenuh.

Kesimpulan:
Secara global konsumsi rakyak Indonesia masih turun, apalagi menjelang Pemilu April mendatang. Industri peternakan Indonesia sedang berduka. Masuknya investor asing juga menjadi issu penting di tahun ini. Semua tergantung pada hasil pemilu, musim liburan dan momen lebaran tahun ini.

Untuk ayam kampung harga cenderung aman dan stabil. Seimbang antara permintaan dan penawaran setidaknya sampai persiapan Puasa. Saat ini paling tepat untuk chick-in. (SRF-AL)