Suplai jagung dunia dan nasionalt erus turun hingga akhir tahun, harga pakan diprediksi naik lagi
Memasuki Agustus 2012, kabar tidak sedap terkait kenaikkan harga pakan unggas kian santer. Informasi rencana kenaikan harga ini sudah menyebar di kalangan peternak. Jajang peternak broiler (ayam pedaging) asal Bandung Jawa Barat, mendapat informasi bahwa harga pakan broiler di Agustus akan naik Rp 250 per kg atau bisa sampai Rp 6.350 per kg. Sebelumnya di Juni sudah naik Rp 150 per kg dan Juli Rp 200 per kg. “Jika sampai benar-benar naik, ini berarti yang ke tiga kalinya tahun ini. Otomatis, harga pokok produksi kita pun pasti naik lagi,” sesal Jajang.
Hal yang sama diperkirakan terjadi terjadi pada pakan layer (ayam petelur). Sentot Wibowo, peternak layer asal Brebes Jawa Tengah mendapat informasi bahwa untuk pakan jadi akan naik Rp 250 per kg dan untuk konsentrat akan naik Rp 400 per kg. Sebelumnya pun kenaikan harga pakan layer sudah terjadi sebesar Rp 350 per kg. “Informasi rencana kenaikan harga ini diperoleh dari para technical service,” katanya.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Pakan Indonesia (GPMT) Desianto Budi Utomo mengungkapkan, gunjang-ganjing kenaikan harga pakan dipengaruhi harga bahan baku yaitu jagung dan kedelai sudah naik. Yang paling berpengaruh adalah kenaikan harga jagung karena komposisi penggunaan dalam formulasi pakan 50 – 55 %.
Ia menjelaskan, faktanya saat ini harga jagung internasional naik menjadi Rp 3.050 - 3.100 per kg. Bila dibandingkan dengan awal Februari lalu, harga jagung ini naik Rp 400 - 600 per kg dari Rp 2.400 per kg. Diperkirakan harga jagung akan merambat naik lagi dalam waktu dekat hingga Rp 4.000 per kg. “Kenaikan harga jagung sampai Rp 600 per kg, bisa berimbas pada kenaikan harga pakan Rp 300 per kg,” jelas Desianto.





