Tampilkan postingan dengan label Ayam Super SRF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayam Super SRF. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 November 2015

Pentingnya Mengetahui Kualitas Anak Ayam (DOC)


Disusun oleh:
Drh Rr. Mieke Sarah Ditya & Drh Hananto PT. Bantoro
Technical Team of Pharmaceutical and Biosecurity Product
PT NOVINDO AGRITECH HUTAMA
1. Pendahuluan
Performa broiler, layer, maupun breeder dipengaruhi oleh kualitas telur. Kualitas telur merupakan parameter penting pada proses embriogenesis yang nantinya akan berdampak pada pertumbuhan anak ayam tersebut. Di hatchery, penentuan kualitas anak ayam biasanya berdasarkan aspek kualitatif seperti ada/tidaknya abnormalitas dan kontaminasi. Kualitas anak ayam yang baik akan menjamin kemampuan ayam untuk bertahan dan tumbuh lebih baik terutama pada 7 hari pertama masa hidupnya. Menurut Deeming (1995), kualitas anak ayam dipengaruhi oleh berat anak ayam, kualitas incubator, kondisi lingkungan saat inkubasi, dan karakteristik telur. Setelah diteliti, lama penyimpanan (egg storage time) pada saat holding juga mempengaruhi kualitas telur, perkembangan embrio dan waktu inkubasi.
Hingga saat ini, peternak masih memiliki pemahaman dan teknik yang berbeda-beda dalam menentukan kualitas anak ayam yang baik dan yang buruk. Hal ini tidak menjadi masalah apabila dilakukan oleh satu orang, tetapi ketika penilaian dilakukan oleh 3 orang atau lebih, biasanya akan muncul perbedaan pendapat. Oleh sebab itu, alangkah baiknya dilakukan suatu standarisasi dengan menetapkan parameter-parameter tertentu untuk menentukan kualitas anak ayam tersebut. Dari penilaian ini, bisa dilanjutkan dengan pengukuran pertumbuhan relative/relative growth (RG) pada 7 hari setelah ayam ditetaskan. Data korelasi antara penilaian kualitas anak ayam dan pertumbuhan relatif ini bisa digunakan untuk memperkirakan performa ayam ke depan, setelah dipanen. Selain itu data ini juga berguna untuk perbaikan manajemen hatchery terutama pada proses penyimpanan telur dam inkubasi.


Rabu, 15 Juli 2015

Harga Ayam Kampung Menjelang Lebaran 2015

sumber: Kaskus
Benar saja, ayam telat sejak akhir Maret. Prediksi bahwa ayam terus telat di pasar jadi kenyataan. Kuartal dua (April-Juli) ini peternak sungguh diuntungkan.

Bagaimana tidak, sejak bulan Juni harga sudah menyentuh Rp 30.000 - Rp 31.000/kg (Kediri). Menjelang H-7 Lebaran peternak sudah ada yang menyentuh Rp 32.000/kg. Hari ini sedikit yang mengaku terjual harga Rp 33.000/kg - Rp 35.000/kg.

Turut dibantu dengan harga bahan baku jagung yang turun di Rp 2.800/kg, dan katul/dedak di harga Rp 2.500/kg. Tentu saja bagi penggemar pakan oplosan konsentrat menjadi faktor penekan harga ransum. 

Review di pasar secara umum ayam masih berkurang banyak, karena faktor awal tahun dimana banyak peternak yang merugi. Setelah hari raya jumlah pasokan ayam banyak berkurang. Yang panen pada bulan bulan Maret - Juli, lebaran tahun ini pasti lebih manis. (AL)

Jumat, 03 April 2015

Gairah Q2 2015 Peternakan Lokal Indonesia

ilustrasi www.pesonaunggas.com
Berlanjut dari trend-ayam-kampung-2015, sudah 2 minggu ini pasokan panen ayam kampung terhambat, harga terendah akhir Maret ini sudah di Rp 25000/kg (Kediri sekitar). Stok langka. 

Harga panen yang terus membaik ini menggembalikan percaya diri peternak. Tidak hanya harga panen ayam kampung yang membaik, panen bebek sudah di Rp 23500/kg (Kediri sekitar, Nganjuk, Jombang). Tren harga naik, Status barang kurang. Harga akan relatif naik terus sampai Lebaran.

Berikut harga komoditi unggas lokal loco Karesidenan Kediri, update awal April 2015
  1. Panen ayam kampung Rp 25000/kg
  2. Panen bebek Rp 23500/kg
  3. Telor ayam arab Rp 1300/btr
  4. Telor bebek Rp 1550/btr
  5. Telor puyuh Rp 24000/kg
  6. Jagung 2800/kg
  7. Katul 2200/kg

Selamat Panen! (SRF/AL)

Sabtu, 31 Januari 2015

Trend Ayam Kampung 2015

sumber pic. internet
Tahun Baru 2015
Awal tahun di mulai dengan musim penghujan. Curah hujan yang tinggi di Indonesia erat kaitannya dengan perekonomian secara makro. Biasanya, konsumsi barang dan jasa menurun. 

Selain itu polemik politik juga masih menjadi sandungan perekonomian bangsa ini. Sejak pergantian presiden 2014 kemari (Jokowi-JK) disertai dengan naiknya BBM telah menyebabkan resesi 2014 kian panjang. 

Hujan, isu politik, bbm naik membuat banyak barang komoditi tertekan. Harga tidak bisa naik. Penyebabnya, rakyak sedang krisis. Biaya transportasi naik, komoditas pokok tentu saja ikut naik. Menyusul biaya tenaga kerja juga naik, akibatnya beban perusahaan juga naik. Tetapi hal ini diikuti daya beli masyarakat yang turun, sehingga selain barang dan jasa yang sifatnya vital tidak terserap oleh masyarakat (belanja menurun), banyak stok yang masih belum terjual. Resesi.

"Sudah resesi hujan pula, daripada keluar makan di warung lebih baik buat mie instant di rumah saja" mungkin ini salah satu dari banyak pikiran masyarakat. Hal ini berimbas buruk terutama komoditas peternakan. Efeknya langsung, harga beberapa komoditas tidak bisa naik termasuk harga panen ayam kampung.

Minggu, 12 Oktober 2014

Modal dan Keuntungan Ternak Ayam Kampung

Sering kali peternak masih bertanya tanya berapa sih modal yang dibutuhkan untuk memelihara ayam kampung, atau keuntungannya berapa kalau pelihara ayam kampung sekian.

Salah satu kontributor sekaligus peternak kami yang sudah cukup terkenal di daerah Pare dengan senang hati mau berbagi info. Berikut hasil data paling akurat* yang didapat.
*) Sesuai dengan harga kondisi ransum, doc, bahan baku per Agustus-Oktober 2014, area Pare-Kediri, kematian dibawah 2% (bonus saja yang mati), menggunakan probiotik, dan pernah terkena pilek.




Semoga informasi ini dapat membantu peternak pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Bapak Muchlisin sendiri berencana untuk membuka Pelatihan Ayam Kampung yang rencananya akan digelar apabila peminat minimal 20 orang.

Info pendaftaran Pelatihan Ayam Kampung bisa melalui email ke srejekifarm@gmail.com dengan subyek : INFO PELATIHAN AYAM KAMPUNG.

Jumat, 10 Oktober 2014

Review Harga Ayam Kampung Q3 dan Q4

ilustrasi trobos.com
Sepanjang bulan Juli sampai September, harga ayam kampung masih stabil. Disaat komoditi unggas yang lain sudah mulai bergejolak hasil pantauan kami harga untuk area Kediri, Pare, Blitar, Tulungagung masih di kisaran Rp 27.000/kg. Beberapa daerah seperti Madiun dan Ponorogo malah mencapai 28.000/kg-30.000/kg.

Hal ini membuat beternak ayam kampung menjadi primadona. Beberapa daerah seperti di daerah Jember ke Timur mulai bermunculan plasma-plasma ternak. Bahkan pemain pemodal besar juga tidak ikut ketinggalan. Sebut saja di daerah Sragen, Semarang dan beberapa daeah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, banyak peternak pejantan maupun broiler yang mulai menjajaki bisnis. ini.

Menurut perkiraan kami, suskesnya ayam kampung pada Q2 dan Q3 2014 membawa angin segar sampai akhir tahun. Untuk saat ini stok panen seimbang dengan permintaan.

Jumat, 25 April 2014

Meraih Keuntungan Beternak Ayam Kampung

Ayam kampung kosong. Inilah fenomena yang sedang terjadi di Jawa. Setelah berada pada level terendah di awal 2014, tidak menunggu lama, dalam hitungan minggu saja harga di Kediri sudah menembus Rp 29.000/kg. Panen kosong hampir 1 bulan april ini. Mulai dari Kediri, Jogja, Madiun, Purwokerto, Bandung. Harga kian melambung keuntungan pun tidak dapat ditolak. Setidaknya hal ini yang dirasakan salah satu peternak hebat kami di Pare, Bp Muchlisin. 

Pak Muchlisin pun segera tanggap dan tak menyianyiakan kesempatan ini. Segera dikumpulkannya beberapa kawan lama untuk membentuk kelompok ternak kecil2an untuk menyikapi keberhasilan ini. Berikut adalah hasil laporan pemeliharaan ayam kampung super nya kepada kami.

*berdasarkan harga April 2014 

Secara populasi mungkin belum besar. Tetapi keyakinan dan optimisme terlihat dari keberhasilan memelihara 200 ekor yang bisa menghasilkan keuntungan Rp 1.200.000 yang diakuinya sebenarnya masih bisa lebih karena faktor tertundanya panen karena bakul yang molor. Selamat kepada Bapak Muchlisin semoga besok lebih berhasil. (SRF/AL)

Senin, 31 Maret 2014

Review Harga Ayam Kampung Q2 2014

Sepekan menuju penutupan Maret ini mulai menunjukan pergerakan positif. Apabila awal tahun kemarin ayam besar sulit keluar namun sekarang justru kosong. Harga yang sebelumnya sempat pada level terbawah Rp 20.500/kg dalam tempo 1-2 minggu harga sudah normal di Rp 25.000/kg (Kediri), Rp 27.000/kg (Jogja), Rp 26.000 (Madiun). 

Terdongkraknya harga ini merupakan sebuah anomali, pasalnya hampir memasuki Q2 2014 semua komoditi ternak merata mengalami resesi. Per hari ini 31/3 harga daging (broiler) masih di Rp 12.300/kg- Rp 12.800/kg (Posko Jatim). Harga telor ayam ras tidak jauh berbeda Rp 12.800/kg (Kediri), peternak sudah mengalami rugi 3 bulanan, level terendah dialami peternak layer Blitar yang sempat menyentuh Rp 10.500/kg (yang dilaporkan) dan dibawah Rp 10.000/kg (yang tak tercatat). 

Lain lagi dengan Ayam Arab, Bebek dan Puyuh. Komoditi ini sudah lebih dari 1 tahun berada di puncak dan menguntungkan ternak. Tercatat tertinggi untuk telor ayam arab Rp 1600/butri, telor bebek Rp 2000/btr, puyuh Rp 220/btr (Kediri).

Kenaikan harga ayam kampung ini murni disebabkan kosongnya supply karena kurangnya gairah peternak dalam chick-in periode Januari - Maret. Sekaligus hal ini juga menjadi bukti bahwa peternakan rakyat khususnya ayam buras masih menjanjikan karena tidak cepat jenuh.

Kesimpulan:
Secara global konsumsi rakyak Indonesia masih turun, apalagi menjelang Pemilu April mendatang. Industri peternakan Indonesia sedang berduka. Masuknya investor asing juga menjadi issu penting di tahun ini. Semua tergantung pada hasil pemilu, musim liburan dan momen lebaran tahun ini.

Untuk ayam kampung harga cenderung aman dan stabil. Seimbang antara permintaan dan penawaran setidaknya sampai persiapan Puasa. Saat ini paling tepat untuk chick-in. (SRF-AL)

Rabu, 05 Februari 2014

Susahnya Berantas CRD Kompleks

Tingkat kepadatan yang tinggi, kebiasaan penggunaan antibiotik tak benar dan masa istirahat kandang yang pendek jadi sebab CRD sulit diberantas tuntas

Pertengahan November lalu, kandang pullet (calon layer) kapasitas 38 ribu ekor itu tercatat oleh Muning memasuki pekan ke-4 terserang CRD (cronic respiratory disease), penyakit yang disebabkan Mycoplasma gallisepticum. Veterinary Representative PT Romindo Primavetcomitu mengungkapkan, layer dalam flok tersebut terdeteksi CRD sejak ayam umur 7 minggu, dan kini masuk umur 11 minggu masih menunjukkan gejala ngorok.

Diterangkan Muning, di umur 7 minggu ia melakukan bedah bangkai pada ayam yang sakit dan mendiagnosaayam-ayam itu positif CRD. Diagnosa kala itu murni CRD tanpa komplikasi kasus lain karena ia menemukan kelainan patologi anatomi sebataseksudat di trakhea dan perdarahan yang belum terlalu parah. Pengobatan dilakukan dengan terapi antibiotik enrofloksasin selama 5 hari, tetapi ayam tak kunjung sembuh. Ia pun selanjutnya hanya memberikan multivitamin sebagai supporting teraphy.

Kasus yang semula CRD murni berkembang menjadi kompleks karena adanya infeksi ikutan (infeksi sekunder). “E. coli ikut nimbrung, sehingga berkembang jadi CRD kompleks,” kata pemilik nama lengkap Muning Edi Swasono ini. Adanya komplikasi colibacilosis ditandai ciri keruhnya kantung hawa dan adanya perkejuan (massa padat semacam keju) di dalamkantung hawa serta pericardium(selaput pembungkus)jantung.

Setelah positif CRD kompleks, Muning mengaku memberikan preparat doxcicyclin yang berlanjut sampai pekan ke-4. “Sekarang masih di-treatment doxicyclin, masih ngorok dan dipantau perkembangannya,” imbuh dia. Disebut Muning, dalam sehari kematian (mortalitas) bisa 40 ekor. Kematian tinggikarena terjadi komplikasi. Kata Muning lagi, kalau sebatas CRD murni kematian biasanya tidak ada, sementara morbiditas (kesakitan) hanya sekitar 7 %.

Untuk kasus kali ini, Muning mencatat, perlu waktu 2 minggu CRD murni pada ayam-ayam tersebut berkembang menjadi CRD kompleks. Meski demikian, rentangwaktu tersebut di lapangan sangat bervariasi, tergantung tingkat tantangan (challenge) yang menyerang. “Di peternakan yang risikonya lebih tinggi lagi, peralihan menjadi CRD kompleks bisa berlangsung hanya dalam waktu 1 minggu atau bahkan lebih cepat,” imbuhnya.

Berdasarkan sejarahnya, kandang pelanggan Muning ini hampir tiap periode diserang CRD. Padahal kandang yang semula bertipe terbuka itu sekarang sudah dikonversi jadi semi cloused house berlantai postal, dan populasinya satu kelompok umur. Tetapi masih saja langganan CRD. “Riwayatnya berulang terkena CRD, lokasi berdekatan dengan kandang milik peternak lain, jaraknya tidak lebih dari 1 km. Sehingga challenge atau tantangan CRD di daerah ini tinggi,” papar Muning lagi.

Senin, 27 Januari 2014

Harga Ayam Kampung Awal 2014

Seperti yang kita alami, curah hujan tahun ini lebih tinggi dari tahun2 sebelumnya. Banjir bermunculan di berbagai tempat mulai dari Jakarta, Semarang, Pati sampai Manado menyebabkan tingkat konsumsi ayam turun drastis. Hal yang tidak pernah disangka akan terjadi di awal tahun.

Dilain pihak, kondisi ekonomi yang sedang resesi terkena himpitan dollar (Rp 12.300) menyebabkan sebagian besar bahan ransum ternak mengalami kenaikan harga. Naiknya harga bekatul karena proses penggilingan padi yang menurun menyebabkan pakan alternatif-pun mengalami kenaikan. Beban peternak menjadi berlipat.

Satu sisi ayam sulit panen namun biaya terus membengkak. Peternak berada dalam situasi yang krisis. Harapan peternak di Jawa ada pada Jakarta. Begitu supply ke Jakarta lancar, diharapkan harga mulai membaik. 

Dari pantauan kami, harga mulai akhir Desember 2013 yang sempat pada posisi Rp 25.000/kg terus melandai sampai pada puncaknya Rp 21.000/kg (Kediri, Blitar), Rp 22.000/kg (Jogja). Harga mungkin tidak akan mendapatkan koreksi naik menjelan Imlek, lebih merupakan peluang untuk keluar hasil panen. Semoga bulan Februari seiring musim hujan mulai reda merupakan titip terang dalam resesi ini.

Pencegahan Penyakit Musim Penghujan

(pic: duniaternak.com)

Curah hujan tinggi memicu munculnya banyak penyakit. Yang paling sering adalah gangguan saluran pernafasan seperti Snot/Coryza, CRD, Coli dan outbreak Gumboro.

Sebenarnya banyak kasus pernafasan yang penyebabnya sederhana namun kurang diperhatikan. Contohnya sirkulasi udara yang kurang baik, terutama pada musim penghujan, kelembaban udara yang tinggi dan angin mati menyebabkan kotoran basah. Kadar amoniak jadi naik.

Amoniak menjadi faktor utama penyakit pernafasan dan pengobatan yang tidak kunjung sembuh. Pengobatan antibiotik bisa jadi kurang mempan dan sering disalahartikan dosis yang kurang dan kadang ada juga peternak nekat yang memeberikan antibiotik dengan dosis double.

Rabu, 30 Oktober 2013

Review Harga Ayam Kampung Q3 2013

Sesuai perkiraan kami, kuartal ke-3 tahun ini menjadi puncak harga ayam kampung. Hampir selama 4 bulan, mulai akhir Juni sampai Oktober harga bertengger di kisaran Rp 29.000/kg sampai Rp 35.000/kg pada saat idul fitri. 
Memasuki musim peghujan akhir Oktober, harga mulai melandai. Harga tercatat dalam pekan ini di Rp 25.000/kg sampai Rp 27.000/kg.
Sampai akhir tahun diperkirakan pasokan ayam masih relatif terlambat. Harga ransum juga masih relatif mahal. 

Senin, 15 Juli 2013

Harga Ayam Kampung 2013 Pecahkan Rekor

Tahun 2013 benar2 menjadi tahun keberuntungan bagi peternak ayam kampung. Bagaimana tidak, sudah hampir 3 pekan (akhir Juni) harga kampung memecahkan rekor sejak 2009 berada di level Rp 29.000/kg - Rp 30.000/kg, berdasarkan info harga di daerah karesidenan Kediri dan Madiun. Panen pun masih langka, sebagian besar sudah merupakan pesanan rumah makan/warung ayam goreng.

Diperkirakan puncak tertinggi pada H-4 sampai Idul Fitri diatas Rp 30.000/kg. Kemudian berangsur2 melandai di kisaran Rp 27.000/kg. Kemungkinan besar harga masih stabil baik sampai bulan Oktober.

Di lain pihak, banyak kasus outbreak Gumboro yang sangat merugikan peternak dengan kesakitan mencapai 100% dan kematian mencapai 50%. Sebagai bahan pertimbangan, apabila daerah ternak tidak pernah terkena virus Gumboro ada baiknya tidak perlu di vaksin Gumboro. Info lebih lanjut bisa dilihat disini.

Penyakit Gumboro dan Penanganannya

Seperti diketahui untuk menggapai performa optimal, kesehatan ayam harus terjaga prima. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ayam dari serangan penyakit adalah hal yang mutlak. Tugas tersebut tidaklah selalu mudah karena seiring dengan waktu, masing-masing penyakit juga mengembangkan cara sendiri untuk menembus pertahanan yang dibuat peternak. Hal ini diperlihatkan dari beberapa penyakit yang masih tetap eksis di Indonesia, salah satunya ialah Gumboro.

Gumboro (infectious bursal disease/IBD), penyakit yang muncul pertama kali di daerah Dellaware (Amerika Serikat) di tahun 1957 ini, masih tetap ada hingga kini di Indonesia. Seluruh tipe ayam mulai dari pedaging, petelur, pembibit, pejantan dan juga buras rentan terhadap Gumboro.

Menelusuri catatan penyakit di Indonesia, kita akan menemukan bahwa Gumboro sempat menyebabkanoutbreak di tahun 1991. Adalah strain very virulent infectious bursal disease (vvIBD) yang menyebabkan outbreaktersebut. Virus ini juga menyebabkan outbreak Gumboro di Eropa tahun 1987. Pada outbreak di Indonesia, tingkat kesakitan mencapai 100% sedangkan tingkat kematian hingga 30% pada pedaging dan 60% pada petelur (Ignatovic et al., 2003)

Semenjak itu, kejadiannya berlangsung sporadik (tidak teratur dan tersebar) di Indonesia hingga sekarang. Data Technical Service Medion memperlihatkan bahwa Gumboro selalu berada di 10 besar penyakit selama 2006-2009 baik di ayam pedaging maupun petelur. Hal ini mengindikasikan penyakit ini masih tetap mengintai di sekitar kita.

Kenali Penyebab Gumboro

Penyakit ini disebabkan oleh virus IBD yang berasal dari famili (keluarga) virus Birnaviridae dan genusAvibirnavirus. Virus ini memiliki dua serotype yaitu I dan II. Hanya serotype I yang patogenik (menimbulkan sakit) pada ayam. Serotype II menyerang kalkun dan tidak patogenik pada ayam.


Virus Gumboro dengan mikroskop elektron
(Sumber : www.answers.com)

Struktur virus ini tidak beramplop, berbentuk simetris ikosahedral dan berisi dua utas rantai RNA (Ribonucleic Acid) (en.wikipedia.org). Dikarenakan tidak beramplop, virus ini memiliki kelebihan yaitu lebih stabil terhadap perubahan di lingkungan. Virus Gumboro tetap stabil dalam rentang pH yang luas (2-8), terpapar enzim proteolitik di usus seperti tripsin dan panas (60oC selama 30 menit tetap infektif) (MacLachlan dan Stott, 2004).MacLachlan dan Stott (2004) juga menyatakan bahwa virus IBD masih bisa ditemukan di kandang yang telah dipanen lebih dari 100 hari (tanpa didesinfeksi). Juga tahan terhadap sebagian besar golongan desinfektan kecuali Formades, Desinsep, Sporades, Antisep dan Neo Antisep.

Kamis, 25 April 2013

Persiapan Ayam Kampung Untuk Lebaran Aman

Peternakan ayam kampung kembali bersemangat. Setelah awal tahun terkena banyak problema khususnya kasus flu burung (AI) jenis baru, kini peternak ayam kampung kembali berseri. 

Bagaimana tidak, HPP per kg ayam kampung per hari ini di Rp 18.600/kg. Sudah sejak Maret harga panen ayam kampung Rp 25.000/kg dan April per hari ini 25/4 harga sudah menyentuh Rp 27.000/kg. Harga dapat dipastikan tidak akan kurang dari Rp 25.000/kg sampai Agustus.

Ternyata ada sedikit manis dibalik pahitnya kasus flu burung kemarin. Januari-Februari populasi ayam kampung berkurang drastis. Dari berbagai sumber internal kami, di Jawa Timur sendiri beberapa penetas DOC ayam kampung mengurangi 50%-70% produksinya pasca kasus flu burung. Hal ini menyebabkan langkanya ayam kampung pada bulan Maret dan April.  

"Jangankan ukuran 9 ons, ukurang 7 ons saja sudah dipanen karena langkanya barang" ujar salah satu pedagang ayam kampung di kota Kediri. Kini harga pakan sudah relatif lebih terjangkau. Harga starter butiran di pasaran Rp 5.400/kg - 5.600/kg, harga dedak Rp 2000/kg. Peternak semangat lagi.

Senin, 28 Januari 2013

Review Harga Ayam Kampung Q4 2012

Kuartal akhir tahun 2012 dalam peternakan ayam kampung tidak menunjukkan banyak perubahan. Harga masih berkisar di Rp 22.000/kg - Rp 23.000/kg di level peternak (Kediri).

Sepanjang Oktober s/d Desember 2012 gairah peternak semakin menurun. Hal ini dikarenakan banyaknya tantangan yang harus dihadapi peternak, diantaranya :

  1. Harga panen yang tidak kunjung naik, hal ini diperburuk karena memasuki musin penghujan.
  2. Harga pakan yang terus naik Rp 5400/kg - 6200/kg menyebabkan tingginya biaya pemeliharaan.
  3. Musim penghujan yang ekstrim menyebabkan munculnya banyak penyakit (khususnya CRD dan E.COLI)
  4. Isu flu burung (AI) di akhir Desember menyebabkan beberapa peternak mengurungkan niatnya untuk chick-in.

Jumat, 07 September 2012

Review Harga Ayam Kampung Q3 2012

Berikut data yang berhasil kami pantau sejak awal tahun 2012.
Harga panen ayam kampung pada tahun ini cukup stabil di Rp 22.000-24.000/kg. Dan bertahap mengalami kenaikan pada bulan Mei, Juni, Juli, dan puncaknya Agustus mencapai Rp 28.000/kg (harga Kediri). Bulan Juli mulai memasuki bulan puasa seperti biasa harga dipastikan naik, dan puncaknya Agustus bertepatan dengan hari raya Idul Fitri dan HUT RI ke-67.

Senin, 11 April 2011

Panduan Singkat Penanganan DOC

Seringkali ada beberapa peternak yang masih bingung hal apa yang harus dilakukan pada saat awal penanganan anak ayam di kandang.

Berikut panduan singkat penanganan kedatangan DOC.
Panduan bisa diunduh di link ini

Rabu, 31 Maret 2010

Tanya Jawab Seputar Beternak Unggas

Kami sadar bahwa beternak adalah sebuah seni. Tidak ada rumus baku dan selalu berkembang mengikuti perkembangan jaman. Tiap peternak mempunyai teknik sendiri berdasarkan pengalaman dan lingkungan masing - masing.
Melalui media ini kami berusaha menjembatani para peternak untuk saling bertukar pikiran seputar dunia ternak unggas. Apabila ada yang ingin ditanyakan atau mempunyai opini dapat disampaikan di thread ini maupun via email.

Dear rekan dan kerabat, untuk meningkatkan pelayanan maka pertanyaan, tips, kontribusi bisa disampaikan lewat media  FACEBOOK SUMBER REJEKI FARM