Seringkali ada beberapa peternak yang masih bingung hal apa yang harus dilakukan pada saat awal penanganan anak ayam di kandang.
Berikut panduan singkat penanganan kedatangan DOC.
Panduan bisa diunduh di link ini
PUSAT PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA UNGGAS LOKAL INDONESIA
Menyediakan:
-DOC Ayam Kampung Asli , Ayam Super SRF
-DOD Itik / Bebek Hibrida Unggulan
-DOD Itik / Bebek Mojosari
-DOQ Burung Puyuh
-DOC Ayam Arab
-Mesin Potong Paruh
Senin, 11 April 2011
Selasa, 29 Maret 2011
Mengapa Harga Pakan Naik?
Pada awal tahun ini, harga pangan global mencapai rekor tertinggi selama 20 tahun, demikian menurut badan pangan dan pertanian dunia PBB (FAO).
Index Harga Pangan FAO, yang mengukur perubahan harga pangan setiap bulan, mencatat peningkatan 231 poin pada bulan Januari lalu, naik 3,4% dibanding Desember 2010. Harga biji-bijian global saat ini sudah meningkat 50-70% dibanding harga pada pertengahan tahun 2010, menurut FAO dan Program Pangan Dunia (WFP). Kecenderungan ini mengkhawatirkan tidak hanya bagi jutaan pengangguran di Amerika Serikat yang tengah berjuang untuk pulih dari resesi ekonomi, terutama bagi rakyat negara-negara sedang berkembang yang membelanjakan lebih banyak pendapatannya untuk pangan.
Lebih jauh, FAO melaporkan meningkatnya harga komoditi di seluruh dunia disebabkan oleh terbatasnya stok dan cuaca yang tidak menentu. Sebut saja Cyclone Yasi di Australia telah mengakibatkan banjir besar dan merusak panen komoditi, sebelumnya banjir dan panas telah mengganggu kualitas gandum di Amerika Serikat. Cuaca buruk juga mengganggu hasil panen komoditi di negara-negara Amerika Latin dan Rusia. Di Indonesia, hujan lebat telah mengurangi prediksi produksi padi sehingga pemerintah harus mengimpor dari negara tetangga.
Seperti diketahui, harga pangan domestik ditentukan oleh harga komoditi seperti gandum, jagung, beras dan kedelai. Data FAO menunjukkan trend harga yang meningkat pada pertengahan 2010 dan akan terus berlangsung pada 2011. Harga pangan di kawasan Asia telah meningkat hingga 20%. Negara-negara seperti India dan Indonesia menunjukkan peningkatan harga double digit.
Pangan merupakan komponen penting Indeks Harga Konsumen, dan negara-negara seperti Philippina dan Vietnam telah menunjukkan peningkatan indeks double digit akibat tingginya harga pangan.
Banyak negara kini harus berjuang melawan angka inflasi yang meningkat. Cina telah meningkatkan suku bunga untuk ‘mendinginkan suhu’ ekonomi dan melambatkan laju inflasinya yang telah terlalu kuat untuk pangan.
Labels:
Berita Utama,
Info Ternak
2 komentar:
Selasa, 01 Maret 2011
Bea Masuk Menjadi Biang Keladi Naiknya Harga Pakan
Peraturan Mentri Keuangan nomor 241/PMK.011/2010 (PMK 241) menetapkan pengenaan tarif bea masuk sebesar 5% pada beberapa bahan baku impor yang merupakan bahan baku pakan ternak dan akuakultur. Aturan ini menuai banyak protes keras dari pelaku bisnis yang berujung pada diterbitkannya Peraturan Mentri Keuangan nomor 13/PMK.011/2011 (PMK 13) yang menyebutkan tarif bea masuk 23 pos tarif bahan baku pakan ternak dikembalikan menjadi 0% alias ditunda.
Penundaan tersebut disambut positif oleh para pelaku bisnis. Sayangnya langkah tersebut diambil setelah ditentang habis-habisan oleh para pelaku mulai peternak hingga pabrik pakan. Beberapa pihak yang menentang diantaranya Menteri Perindustrian (Menperin) dengan melayangkan surat usulan kepada Menkeu tentang peninjauan kembali tarif bea masuk tersebut, sehari berikutnya giliran Menteri Perdagangan (Mendag) mengirimkan surat usulan penyesuaian terhadap tarif bea masuk atas impor beberapa bahan produk pangan dengan tembusan kepada presiden, wakil presiden, dan kementrian terkait.
Menteri Kelautan dan Perikanan (Men-KP) pun dengan tegas menolak keras pengenaan bea masuk sebesar 5% pada bahan baku pakan ternak dan akuakultur, serta mengaku telah menyampaikan secara tertulis pandangannya kepada Menkeu. Sedangkan Menteri Pertanian (Mentan) juga secara tidak langsung menyatakan dukungannya bila PMK 241 ditinjau kembali.
sumber: Trobos Feb 2011
Labels:
Berita Utama,
Info Ternak
2 komentar:
Kamis, 17 Februari 2011
Tren Ayam Kampung 2011
Informasi yang akurat dapat membantu peternak untuk menentukan kapan waktu yang pas untuk mulai memelihara (chick-in). Untuk itu kami berusaha memberikan informasi yang real dan akurat sehingga dapat membantu peternak menentukan strateginya masing-masing.
Sebelum melangkah lebih jauh marilah kita melihar review perjalanan "ayam kampung" akhir tahun 2010
...
Setelah sukses mencapai rekor harga tertinggi dan terlama selama 2 tahun terakhir yaitu Rp 27.000/kg di Jatim. Kini ayam kampung menjadi primadona peternak ayam. Beberapa televisi swasta berulang kali menyiarkan mengenai beternak ayam kampung.
Agustus'10 | September'10 | |
Jatim | 25.000 - 26.000 | 26.000 - 27.000 |
Jateng & DIY | 26.000 - 27.000 | 27.000 - 28.000 |
Jabar & Jakarta | 31.000 - 33.000 | 33.000 - 35.000 |
Ex Farm Ayam Kampung 2010 | ||
Namun keadaan ini tidak berjalan mulus... Berbagai bencana terutama letusan Gunung Merapi dan Banjir di beberapa daerah termasuk ibukota Jakarta menyebabkan harga turun drastis. Mulai November sudah terlihat tanda2 harga yang tidak kuat, permintaan menurun.
Labels:
Ayam Kampung,
Info Harga
5 komentar:
Jumat, 07 Januari 2011
Selamat Datang Tahun 2011
Selalu ada harapan baru bagi yang percaya dan mau mengusahakannya.
Simpan kegagalan di masa lalu sebagai bekal dan pelajaran di tahun ini.
Evaluasi Tahun 2010
Untuk tahun 2010 dunia peternakan memiliki rapor yang sedikit lebih baik dibandingkan tahun 2009 kemarin, hal ini bisa kita lihat dari pergerakan harga daging (ras maupun buras) dan harga telur negri, Namun di penghujung tahun 2010 (November) terjadi letusan gunung Merapi di Yogyakarta yang berimbas pada berkurangnya populasi ayam petelur dan ayam buras di daerah Yogjakarta yang sebagian besar berlokasi di sekitar lereng gunung.
Labels:
Ayam Kampung,
Info Harga,
Info Ternak
Tidak ada komentar:
Senin, 29 November 2010
Bebek Lokal Melejit Untung Selangit
Animo masyarakat mengkonsumsi daging bebek meningkat 5 tahun terakhir. Padahal sebelumnya, daging bebek ini belum banyak digemari. Preferensi masyarakat terhadap daging bebek ini sangat kurang karena stigma yang melekat pada daging bebek memiliki aroma yang spesifik yaitu bau amis atau anyir.
Tidak diketahui alasan pasti kenapa terjadi pengingkatan konsumsi yang cukup tajam tersebut apakah karena orang takut flu burung sehingga cari alternatif pengganti daging ayam. Atau karena ada satu kelompok menjadi trend setter (acuan) sehingga yang lain ikut-ikutan mengkonsumsi daging bebek.
Yang pasti, dengan banyaknya restoran yang menyajikan menu daging bebek menjadi indikator permintaan yang meningkat. Padahal, dulu, untuk menjual bebek afkir susahnya setengah mati. Sementara sekarang, harga bebek afkir per ekornya bisa 2 kali lipat harga sebelumnya.
Labels:
Info Ternak,
Itik Pedaging
Tidak ada komentar:
Mengais Rejeki Dengan Puyuh
Puyuh bentuknya mungil, namun mempunyai keuntungan yang luar biasa. Selain telur dan daging ternyata, bulu dan kotorannya juga dapat dimanfaatkan. Tidak memerlukan lahan yang luas, mudah pemeliharaannya dan bahkan tidak memerlukan modal yang besar.
Meskipun hasil yang diperoleh dari budidaya puyuh sangat menguntungkan, namun pemeliharaan puyuh tidak terlepas dari berbagai kendala seperti fluktuasi harga telur, harga pakan, dan masalah penyakit. Pemasaran produk dari puyuh ini pun masih belum meluas. Saat ini telur puyuh dipasarkan melalui jalur grosir, pengecer dan langsung ke konsumen.
Meskipun hasil yang diperoleh dari budidaya puyuh sangat menguntungkan, namun pemeliharaan puyuh tidak terlepas dari berbagai kendala seperti fluktuasi harga telur, harga pakan, dan masalah penyakit. Pemasaran produk dari puyuh ini pun masih belum meluas. Saat ini telur puyuh dipasarkan melalui jalur grosir, pengecer dan langsung ke konsumen.
Labels:
Burung Puyuh,
Info Ternak
Tidak ada komentar:
Langganan:
Postingan (Atom)
Produk | Galeri | Pemesanan | Tanya Jawab | Karir






